Categories
Traveling

Simulasi Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata, Luhut

Simulasi Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata, Luhut, Pelaksanaan protokol kesehatan menjadi hal penting dalam mempercepat pemulihan pariwisata dan mewujudkan pariwisata yang lebih berkualitas.
Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menggelar simulasi protokol kesehatan, keselamatan dan keamanan di destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan uji coba sebuah sistem terpadu itu menjadi cikal bakal standar operasional (SOP) kesehatan, keselamatan, dan keamanan di destinasi wisata Indonesia.

“Itu untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia ini berubah,” kata Luhut, dilansir dari tempo.co, Kamis (17/11/2020).

Dia mengatakan kegiatan itu mengkoordinasikan 23 kementerian dan lembaga. Koordinasi tersebut diakuinya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo supaya semuanya terintegrasi dalam pembangunan dan perbaikan.

Menurutnya, tidak boleh ada kementerian atau lembaga yang jalan sendiri dalam menegakkan protokol kesehatan di sektor pariwisata. Meski sulit, dia yakin integrasi itu dapat berjalan baik.

“Saya kira kita harus belajar di negeri ini semua untuk bekerja dalam teamwork karena itu kunci agar kita bisa selesai. Tanpa teamwork yang bagus, itulah sebabnya kita maju mundur maju mundur,” kata dia.

Luhut mengatakan simulasi juga akan dilakukan di Mandalika untuk persiapan MotorGP. Simulasi semacam ini perlu dilakukan di tempat destinasi lainnya yang rawan bencana serta menyesuaikan dengan karakteristik dari kebutuhan masing-masing daerah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif Wishnutama Kusubandio mengatakan Covid-19 membuat sektor pariwisata tidak lagi sama sehingga keindahan alam, budaya, seni, dan infrastruktur konektivitas tidak lagi cukup.

“Ke depan pariwisata harus bisa menjadikan wisatawan mendapatkan kesehatan, keamanan, dan keselamatan,” kata Wishnutama.

Dia menilai protokol itu menjadi hal penting dalam mempercepat pemulihan pariwisata dan mewujudkan pariwisata yang jauh lebih berkualitas.

“Protokol ini juga nanti akan diterapkan di destinasi pariwisata lainnya agar wisatawan aman dan nyaman,” jelasnya.

Dilansir oleh https://werbesongs.tv/